Berhenti Meresapi Dunia

- Sabtu, 29 April 2023 | 19:21 WIB

BAACA.ID,-Pernahkah di antara kita yang mengalami situasi dimana ada tetangga yang asyik bernyanyi hingga membuat susah tidur karena saking ributnya?
Seolah-olah ruang karaoke itu seluas satu RW, sehingga bisa terdengar hingga radius ratusan meter.

Pada kebanyakan orang, mereka meresapi betul suara nyanyian itu sehingga membuat mereka stres dan marah-marah. Belum lagi jika suaranya tidak seiring dengan musiknya. Sungguh menyakitkan hati. Yang terjadi adalah tidak bisa tidur dan sakit kepala.

Baca Juga: Ini Respon Pemprov Sulsel Usai PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Abdul Hayat

Pada dasarnya semua yang ada di dunia sungguh membisingkan, sehingga begitu banyak hal - yang karena diresapi - mengakibatkan keributan di pikiran dan hati. Mulai dari mikir tentang A hingga Z. Semuanya diresapi dan mengakibatkan keributan di pikiran dan hati.

Dan secara umum, berbagai kebisingan dunia terbagi menjadi dua, yaitu kesedihan dari masa lalu dan kecemasan dari masa depan. Keduanya menyatu di masa kini. Maka terasa seperti mau meledak kepala karena terlalu ribut.

Jadi bagaimana solusinya. Sederhana saja: berhentilah meresapinya.

Baca Juga: Berburu Hampers Lebaran? Ke Mercure Makassar Nexa Pettarani

Pernahkah di antara kita mengalami saat masih pacaran dulu dan kemudian ngobrol berdua?Saat itu sebenarnya kita telah berhenti meresapi dunia dan lingkungan sekitar. Saking fokusnya kita terhadap apa yang terjadi dengan si dia, sehingga bahkan telinga kita pun berhenti mendengarkan suara-suara sekitar.

Jadi ternyata semua dari kita punya kemampuan untuk berhenti meresapi lingkungan dan dunia. Kita bisa berhenti meresapi suara nyanyian tetangga. Dan karenanya kita merasa seperti tidak ada orang yang bernyanyi, sehingga tidak perlu lagi kita merasa marah-marah dan sakit kepala. Kita bisa tetap tidur dengan nyenyak karena kita tidak meresapi nyanyian tetangga.

Hal yang sama juga berlaku kepada dunia ini. Saat kita berhenti meresapi segala hal di dunia (dengan memfokuskan diri ke dalam batin kita), maka saat itu kita tidak lagi merasa sedih akan masa lalu dan merasa cemas akan masa depan.

Baca Juga: Hotel Ibis Styles Makassar menawarkan promo selama lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 H

Maka mungkin seperti inilah hikmah dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, “Akan ada masa dimana kau tidak menemukan kebahagiaan kecuali dengan mengasingkan diri dari keramaian.”

Ayo Gabung Komunitas Pakar Pemberdayaan Diri Untuk Pemograman Pikiran dan Tubuh dengan klik: https://tribelio.page/syahril-syam***

Penulis :Syahril Syam

Halaman:

Editor: Sasmita Siska Ayu Lestari

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingin Bahagia? Berbuat Baiklah

Rabu, 31 Mei 2023 | 09:03 WIB

Membaca Karakter Seseorang dengan Kitab Firasat

Selasa, 30 Mei 2023 | 13:33 WIB

Pentingnya Stress Positif

Senin, 29 Mei 2023 | 09:32 WIB

Never Give Up

Kamis, 25 Mei 2023 | 09:40 WIB

Mendidik Anak: Melawan Ego Sibuk

Selasa, 23 Mei 2023 | 08:30 WIB

Terlalu Banyak Kriteria Hati

Senin, 22 Mei 2023 | 08:33 WIB

Kerelaan Hati

Jumat, 19 Mei 2023 | 08:16 WIB

SAFRON: Suplemen Kebahagiaan

Selasa, 16 Mei 2023 | 08:52 WIB

Pentingnya Saling Percaya

Senin, 15 Mei 2023 | 09:23 WIB

Kebahagiaan Itu Kondisi Kesadaran

Jumat, 12 Mei 2023 | 08:46 WIB

Perjalanan Yang Sepi

Kamis, 11 Mei 2023 | 10:02 WIB

Terikat Kemanakah Diri Kita?

Rabu, 10 Mei 2023 | 10:25 WIB

Diri Saya Yang Mana?

Jumat, 5 Mei 2023 | 09:22 WIB

Berhenti Meresapi Dunia

Sabtu, 29 April 2023 | 19:21 WIB

Kebahagiaan Tantangan

Sabtu, 29 April 2023 | 11:11 WIB

Makanan Jasmani Dan Maknawi

Rabu, 5 April 2023 | 13:03 WIB

Tiga Sisi Kebebasan

Senin, 3 April 2023 | 09:12 WIB
X