• Sabtu, 28 Mei 2022

Beli Konten Dewasa Bisa Dipidana? Begini Tanggapan Advokat

- Jumat, 8 April 2022 | 15:52 WIB
Beli Konten Dewasa Bisa Dipidana Begini Tanggapan Advokat
Beli Konten Dewasa Bisa Dipidana Begini Tanggapan Advokat

BAACA.ID-- Seorang komika, yakni Marsel Widianto, diketahui, sebagai orang yang membeli konten dewasa, alias konten pornografi milik Ayu Dewanti atau yang lebih dikenal Dea Onlyfans. Olehnya itu, Marsel harus memenuhi panggilan kepolisian, pada Kamis (7/4/2022). Banyak pro dan kontra, setelah Marsel diketahui sebagai orang berinisial M yang disebut-sebut polisi sebagai orang yang membeli konten pornografi milik Dea Onlyfans. Lantas, bagaimana kacamata hukum di Indonesia terkait kasus tersebut? Adalah Handika, orang yang sehari-hari berprofesi senbagai advokat, mengatakan, merujuk UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dalam Pasal 5 disebutkan larangan men-download konten porno dalam bentuk apapun. Pasal 5 berbunyi: Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1). Adapun Pasal 4 ayat 1 berbunyi: Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat: a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; b. kekerasan seksual; c. masturbasi atau onani; d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; e. alat kelamin; atau f. pornografi anak. Ancaman yang dimaksud diatur dalam Pasal 31 yang berbunyi: Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Selain itu, orang yang membeli online video porno juga bisa dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 27 ayat (1) UU ITE menyatakan: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Lalu berapa ancamannya? Pasal 5 ayat 1 mengancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. Bunyi Pasal 45 (1) yaitu: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). "Dalam kasus ini (kasus Marshel), walaupun dipanggil sebagai saksi terkait tindak pidana yang dilakukan orang lain, tetapi menjadi pengingat agar setiap orang ke depannya berhati-hati dan berpikir kembali untuk membeli atau bertransaksi terkait konten yang bersifat pornografi karena ada ancaman pidana di dalamnya," pungkas Handika. Penulis : Azzubair

Editor: Efrat Syafaat

Tags

Terkini

X