• Sabtu, 28 Mei 2022

Mengapa Kasus Klitih Identik dengan Remaja? Simak Penjelasan Berikut

- Selasa, 5 April 2022 | 23:07 WIB
Mengapa Kasus Klitih Identik dengan Remaja? Simak Penjelasan Lengkapnya
Mengapa Kasus Klitih Identik dengan Remaja? Simak Penjelasan Lengkapnya

BAACA.ID - Fenomena kejahatan klitih dijalanan kota Yogyakarta kini telah menjadi hal yang meresahkan bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan sudah banyak korban jiwa akibat kejahatan ini. Terbaru seorang siswa SMA di Yogyakarta dikatakan menjadi korban klitih hingga meninggal dunia pada Minggu dini hari (3/4/2022). Hal ini seolah membuat Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar yang humanis berubah menjadi mengerikan. Tak hanya masyarakat tetapi wisatawan juga menjadi takut untuk berkunjung ke Yogyakarta. Namun mengapa dalam setiap aksinya, klitih selalu identik dengan remaja baik anak SMP/SMA. Dilansir dari Liputan6, klitih sebenarnya merupakan kata dalam bahasa jawa yang memiliki arti kegiatan di luar rumah untuk mengisi waktu luang. Bukan kegiatan kejahatan namun seringkali digunakan untuk menyebut orang yang jalan-jalan ataupun keliling kota tanpa tujuan yang jelas untuk mengisi waktu luang. Namun, makna itu belakangan ini berubah sebagai aksi kekerasan jalanan dengan menyasar pengendara motor. Klitih menjadi identik dengan remaja atau pelajar dikarenakan pelaku klitih seringkali dilakukan oleh remaja untuk melampiaskan konflik yang sering terjadi antar sekolah. "Awalnya klitih merupakan istilah untuk remaja yang keluar rumah tanpa tujuan, lalu sebelum 2012 klitih mulai berubah menjadi perselisihan antar sekolah,” kata Kriminolog Haniva Hasna. Awalnya mereka mencari musuh dengan datang ke tempat nongkrong atau di jalan. Namun bila yang ditemui bukan dari sekolah sasaran maka kekerasan tidak akan dilakukan. Tetapi seiring berjalannya waktu, klitih berubah menjadi tindak kriminal kepada masyarakat umum. Tidak lagi menyerang sekolah, tapi masyarakat secara umum dan acak. Lebih lanjut, Iva menjelaskan provokasi dianggap menjadi faktor yang memengaruhi seorang remaja melakukan aksi klithi. Provokasi itu dapat diperoleh oleh remaja di lingkungan sekolahnya. Aksi klithih saat ini pun muncul sebagai perilaku yang menyimpang dan juga berpotensi kejahatan lantaran dilatarbelakangi oleh keberadaan kelompok-kelompok remaja yang biasa disebut sebagai geng. “Secara psikologis, kehadiran kelompok-kelompok atau geng ini memunculkan sebuah keinginan untuk diakui keberadaannya. Oleh karena itu, sangat relevan jika keberadaannya diimplementasikan dalam bentuk aktivitas fisik atau nyata sebagai ajang adu kekuatan. Salah satunya yakni dengan klitih," tambahnya.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

Gery Iskak Ditangkap Lagi Gegara Narkoba

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:45 WIB
X