• Minggu, 3 Juli 2022

Akibat Status Manusia Gurun, Rektor ITK Diberhentikan dari LPDP

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 12:40 WIB
Unggahan tulisan Rektor ITK Budi Santosa di medsos yang diduga bermuatan rasis. (Foto: Int)
Unggahan tulisan Rektor ITK Budi Santosa di medsos yang diduga bermuatan rasis. (Foto: Int)

BAACA.ID - Setelah membuat heboh publik dalam unggah statusnya terkait pernyataan rasialime calon penerima beasiswa LPDP, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwokartiko diberhentikan dari posisi reviewer Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, Budi juga diberhentikan dari jabatan reviewer di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Hal ini telah dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam. "Ya (dilakukan suspen penugasan oleh LPDP dan Dikti)," kata Nizam dilansir detikcom, Sabtu (7/5). Namun Ia menjelaskan pemberhentian ini hanya bersifat sementara. Disebabkan karena Kemendikbudristek masih menunggu hasil pemeriksaan etik Budi di ITK. "Sampai ada rekomendasi dari tim etik perguruan tinggi home base-nya," ucap Nizam. Baca Juga:  Ini adalah imbas dari unggahan pernyataan rasialisme dari Budi ke calon penerima LPDP. Ia menggunakan istilah manusia gurun untuk menyinggung busana yang digunakan peserta seleksi. "Jadi, 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara2 maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita tanpa karya teknologi," kata Budi melalui akun Facebooknya. Unggahan itu lantas dikecam publik. Seorang warga bernama Irvan Noviandana mengirim surat terbuka kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andin Hadiyanto untuk menindak pernyataan rasialisme itu.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X