• Sabtu, 28 Mei 2022

Presiden Ukraina Sebut Negoisasi Jalan Satu-satunya Akhiri Invasi Rusia

- Rabu, 6 April 2022 | 12:56 WIB
Presiden Ukraina Sebut Negoisasi Jalan Satu-satunya Akhiri Invasi Rusia
Presiden Ukraina Sebut Negoisasi Jalan Satu-satunya Akhiri Invasi Rusia

BAACA.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kerugian negaranya atas invasi Rusia sudah tak terhitung jumlahnya. Sehingga dirinya sudah sangat ingin mengakiri perang yang sudah berlangsung hampir dua bulan ini. Nyawa tentara kedua negara sudah banyak hilang, termasuk warga sipil yang juga merenggut nyawa dalam invasi. Ribuan rakyat Ukraina juga harus mengungsi ke negara Eropa lain untuk menghindari perang dan menyelamatkan diri. Zelenskiy berujar maka dari itu Ukraina tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan negosiasi dengan pihak Presiden Vladimir Putin untuk mengakhiri pertempuran. “Kami usulkan ini, meski Presiden Putin mungkin tidak akan secara pribadi datang dalam agenda pembicaraan, tak apa, sebab tak ada cara lain” ujarnya, pada Selasa, 5 April 2022. Upaya gencar untuk melakukan negosiasi ini muncul usai insiden pembunuhan massal di kota Bucha, sebelah barat ibu kota Kiev yang diklaim Ukraina dilakukan oleh pasukan Rusia. Namun dibantah oleh pihak Rusia, Eks Presiden Rusia, Dmitry Medvedev menolak keras tuduhan yang mengarah ke negaranya. Ia mengatakan laporan pembunuhan warga sipil di Bucha adalah palsu. Rusia menuduh ada pihak barat dibalik tuduhan ini, dengan mengada-ada bukti supaya dunia mendiskreditkan Rusia. Pihak Rusia pun akan memberikan bukti pada pertemuan Dewan Keamanan PBB yang sebentar lagi digelar, untuk membuktikan pembelaannya. Namun terlepas dari tuduhan tersebut, Zelenskiy mengatakan peristiwa di Bucha tidak bisa dimaafkan. Tetapi Ukraina dan Rusia harus mengambil opsi sulit untuk sama-sama mengalah dan bernegosiasi untuk menyelesaikan konflik. "Negosiasi ini adalah tantangan bagi kita semua, bahkan bagi saya sendiri," katanya. Selain itu, dirinya juga tetap bersikeras mendesak kepada Moskow bahwa harus mengakui apa yang dituduhkan kepada pasukannya. Negosiasi yang ditempuh saat ini menurutnya tak akan berhenti sampai konflik reda, namun Ia mengaku enggan jika harus berbicara langsung secara empat mata dengan Putin. "Tantangannya berasal dari internal. Kemanusiaan saya menolak [berdamai]. Namun ketika saya sudah bisa berpikir jernih, saya yakin saya harus lakukan ini, saya tidak punya pilihan lain,” ucapnya lagi.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X