• Sabtu, 28 Mei 2022

Konflik Palestina: Ratusan Warga Jadi Korban Bentrok di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa

- Jumat, 15 April 2022 | 23:37 WIB
Situasi konflik Palestina dan Israel. (Foto: Int)
Situasi konflik Palestina dan Israel. (Foto: Int)

BAACA.ID - Konflik Palestina dan Israel membuat situasi keamanan di negara tersebut terus mengkhawatirkan. Saat konflik di Tepi Barat masih terjadi hingga saat ini, bentrokan juga pecah di wilayah Masjid Al-Aqsa antara masyarakat melawan pasukan polisi Israel. Terbaru penyerangan dilakukan polisi Israel ke jamaah yang sedang salat subuh pada Jumat (15/4). Mereka memasuki masjid Al-Aqsa dengan menyingkirkan batu bendungan yang sebelumnya telah ditata oleh warga Palestina untuk mengahalangi mereka. Dari kabar yang beredar sekitar 152 warga Palestina menjadi korban akibat penyerangan ini. Ini pun didukung dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan warga Palestina melempar batu ke arah polisi Israel, lalu dibalas dengan tembakan gas air mata dan granat kejut. Akibat serangan ini 67 orang dievakuasi ke rumah sakit karena terluka oleh peluru berlapis karet atau granat kejut, atau dipukul dengan tongkat polisi. Kementerian Kesehatan Palestina sendiri mengatakan terdapat seorang anak berusia 17 tahun meninggal karena luka. Sementara itu, menurut Associated Press, ada 25 warga Palestina tewas dalam aksi tersebut. Bentrok pun terus terjadi bahkan sehabis salat Jumat. Kejadian ini membuat Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza, mengutuk polisi Israel dan mengatakan Israel harus bertanggung jawab atas konsekuensi perbuatannya. Baca Juga: Sedangkan di Tepi Barat Palestina Israel terus mengerahkan tentara untuk melancarkan operasi militer untuk mengusir warga. Terhitung dalam empat serangan mematikan dalam tiga pekan terakhir telah menewaskan 14 orang yang sebagian besar warga sipil. Pada Rabu (13/4) lalu serangan itu menewaskan 3 orang sekaligus yaitu seorang pengacara dan dua remaja Palestina. Militer Israel mengkonfirmasi kematian kedua anak tersebut yang diklaim karena melemparkan bom bensin ke tentara. Sedangkan kematian pengacara hanya dikonfirmasi oleh pihak Palestina sedangkan Israel tidak memberi tanggapan. Menurut data Reuters, lebih dari 20 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak Januari. Israel pun terus meningkatkan dan menambah pasukan ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ini diklaim untuk meredakan serentetan serangan oleh warga Arab yang mematikan di seluruh Israel selama dua pekan terakhir. Menanggapi itu pihak Palestina lewat Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis (14/4) meminta pemimpin dunia agar melindungi rakyat Palestina di tengah eskalasi ketegangan Israel yang signifikan. Hal itu disampaikan saat rapat dengan perwakilan khusus Uni Eropa untuk proses perdamaian Timur Tengah Sven Koopmans. Menurutnya pihaknya telah mengkaji serangan berkelanjutan Israel terhadap rakyat Palestina. Ia mengatakan eskalasi ketegangan yang sedang berlangsung tak bisa terbendung lagi.

Editor: Fikri Rahmat

Terkini

X