• Sabtu, 28 Mei 2022

Tak Laku di Indonesia, Tes Covid-19 Lewat Nafas Kini Dipakai Amerika

- Sabtu, 16 April 2022 | 13:19 WIB
Tes GeNose C19
Tes GeNose C19

BAACA.ID - Teknologi pendeteksi Covid-19 lewat nafas yang dulu sempat digunakan Indonesia kini dipakai juga di Amerika Serikat. Alat itu diberi nama InspectIR COVID-19 Breathalyzer, izin penggunaannya baru saja diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Kamis (14/4/2022) lalu. Menggunakan alat ini tes Covid-19 dapat dilakukan di lingkungan di mana spesimen pasien dikumpulkan dan dianalisis, seperti kantor dokter, rumah sakit, dan lokasi tes mobile. Ala ini pun tidak berukuran besar melainkan hanya seukuran barang bawaan. "Tes dilakukan oleh operator berkualitas dan terlatih di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan berlisensi atau yang disahkan oleh undang-undang negara bagian untuk meresepkan tes dan dapat menyediakan hasilnya kurang dari tiga menit," kata FDA lewat pernyataan. Baca Juga: Wajib Vaksin Booster, Masker Tiga Lapis, Hingga Dilarang Ngobrol dan Telpon Jadi Aturan Mudik 2022 Direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi (CDRH) FDA Jeff Shuren mengatakan izin tersebut merupakan contoh lain dari inovasi cepat yang terjadi dengan tes diagnostik untuk COVID-19. InspectIR COVID-19 Breathalyzer sendiri menggunakan teknik yang disebut kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) untuk memisahkan serta mengidentifikasi campuran kimia. "FDA terus mendukung pengembangan tes COVID-19 baru dengan tujuan meningkatkan teknologi yang dapat membantu mengatasi pandemi saat ini sekaligus memosisikan AS dengan lebih baik untuk menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat umum selanjutnya," katanya. Teknologi yang sama pernah diciptakan dan digunakan Indonesia. Alat itu diberi nama Genose C19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM), namun walau telah ada izinnya dari Kemenkas tapi tidak digunakan jangka panjang karena dianggap kurang akurat. Terakhir digunakan saat gelombang kedua Covid-19 dan masuknya varian Delta di Indonesia pada Mei 2021. Setelah itu saat pemberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali alat tes tersebut tidak lagi diakui sebagai syarat perjalanan sehingga produksinya pun dihentikan. Baca Juga: Konflik Palestina: Ratusan Warga Jadi Korban Bentrok di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X