• Sabtu, 28 Mei 2022

Simak Pedoman Ibadah Ramadan Kemenag, Tarawih Boleh di Masjid Tapi ASN Dilarang Bukber

- Minggu, 3 April 2022 | 16:11 WIB
95416-shalat-tarawih-di-masjid-istiqlal
95416-shalat-tarawih-di-masjid-istiqlal

BAACA.ID - Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merilis Pedoman Ibadah Ramadhan 1443 H/2022 M lewat Surat Edaran nomor 08 Tahun 2022. Aturan ini keluarkan agar umat Islam bisa menjalankan ibadah dapat lebih nyaman, aman dan khusyuk, terutama di masa pandemi Covid-19. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan penyelenggaraan ibadah ramadan harus senantiasa memperhatikan protokol kesehatan meski pandemi cenderung berkurang. “Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti shalat tarawih, iktikaf, tadarus Al Quran, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Yaqut, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (31/3/2022). Ia juga menyampaikan agar jajarannya menjadi teladan masyarakat saat melaksanakan ibadah sesuai protokol kesehatan. Selain itu pejabat dan ASN Kementerian Agama juga dilarang mengadakan dan menghadiri buka puasa bersama atau giat sejenisnya. “Pejabat dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri,” jelasnya. Baca Juga: Berikut panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri yang tertuang dalam SE. 08 Tahun 2022: 1. Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Idul Fitri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. 2. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadan, seperti salat tarawih, iktikaf, tadarus Al-Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 3. Dalam penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan SE Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan. 4. Pengurus dan pengelola masjid/musala wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jemaah. 5. Pejabat dan paratur sipil negara (ASN) dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri. 6. Masyarakat yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri harus memperhatikan protokol kesehatan. 7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan dengan mengikuti panduan kesehatan. 9. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui materi dan bahasa dakwah yang bijak dan santun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan AsSunnah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah. 10. Masyarakat diimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M di masjid/musala atau rumah masing-masing. 11. Penggunaan pengeras suara mengacu pada SE Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. 12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/2022 M dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

Magau Group Raih Penghargaan Nasional

Sabtu, 23 April 2022 | 21:09 WIB

Cara Mendaftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022

Jumat, 15 April 2022 | 15:01 WIB
X