• Sabtu, 28 Mei 2022

Pakar Nilai Marah Jokowi Ke Menteri Agar Tak Ada Sentimen Negatif Masyarakat

- Kamis, 7 April 2022 | 14:47 WIB
presiden-jokowi-2_169
presiden-jokowi-2_169

BAACA.ID - Pemerhati politik dari Universitas Padjajaran, Kunto Adi Wibowo menilai kemarahan Presiden Joko Widodo kepada menterinya dalam sidang kabinet kemarin adalah suatu kewajaran. Hal ini dikarenakan Jokowi tidak ingin adanya sentimen negatif dari masyarakat kepada pemerintah imbas isu-isu yang sedang ramai saat ini. Isu kuatnya narasi penundaan pemilu yang kerap ditolak publik, angka survei kinerja pemerintah yang memburuk hingga kemunculan demonstrasi publik. Menjadi peringatan sendiri bagi pemerintah agar tidak lagi membuat kecerobohan dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak memiliki komunikasi yang baik. "Jadi menurut saya ini adalah reaksi yang sangat logis dari Pak Jokowi untuk kemudian mendorong menteri-menterinya untuk berkinerja dengan lebih baik dan mengkomunikasikan pesan-pesan pemerintah dengan lebih baik juga," katanya dilansir dari Tirto.id. Ia juga mengungkapkan marah Jokowi ini mampu mendorong menterinya untuk berani bicara demi menekan dampak turunan krisis dunia saat ini. Para menteri dinilai perlu memberikan informasi dan komunikasi krisis kepada publik, apalagi krisis mulai terasa seperti kasus kelangkaan solar atau kenaikan pertamax. “Krisis ini menyebar ke politik dan krisis sosial yaitu mungkin adanya konflik horizontal maupun konflik vertikal. Jadi menurut saya komunikasi ini menjadi penting memang dan saya sangat setuju dengan Pak Jokowi," ungkapnya. Baca Juga; Tak hanya untuk hindari sentimen negatif ke pemerintah, teguran Jokowi yang lebih menyasar kepada menteri ESDM, menteri perdagangan dan menteri BUMN ini juga bertujuan agar kementerian yang berurusan dengan masalah kelangkaan energi atau pangan bisa sadar soal krisis tersebut. “Jadi menurut saya kalau ini tidak dikomunikasikan dengan baik, maka reaksi warga bisa jadi sangat negatif. Reaksi warga sangat negatif karena mereka tidak paham apa yang akan terjadi," jelasnya. Sebelumnya Jokowi sempat kesal dan marah kepada jajarannya pada rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/4). Ia meminta para menteri dan kepala lembaga untuk peka di tengah dua permasalahan besar Indonesia dan dunia, yakni krisis pangan dan energi karena ini merupakan masalah yang dialami publik saat ini. “Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitif pada kesulitan-kesulitan rakyat. Jangan sampai kita ini seperti biasanya dan tidak dianggap oleh masyarakat, nggak melakukan apa-apa. Tidak ada statement, tidak ada komunikasi," katanya. Ia mencotohkan dengan memaparkan sejumlah kasus yang ramai di publik seperti polemik harga maupun kelangkaan minyak goreng. Serta soal masalah harga pertamax yang naik, tetapi tanpa kejelasan. “Harga minyak goreng sudah 4 bulan, tidak ada penjelasan apa-apa, kenapa ini terjadi? Yang kedua pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa, mengenai ini," ungkapnya.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

Magau Group Raih Penghargaan Nasional

Sabtu, 23 April 2022 | 21:09 WIB

Cara Mendaftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022

Jumat, 15 April 2022 | 15:01 WIB
X