• Minggu, 3 Juli 2022

Sempat Diremehkan, Aprilia Buktikan Diri Jadi Juara MotoGP Argentina

- Senin, 4 April 2022 | 22:20 WIB
aprilia-racing-tak-terkejar-di-sirkuit-sepang-francesco-bagnaia-tak-kaget-ml7lVoYaXY
aprilia-racing-tak-terkejar-di-sirkuit-sepang-francesco-bagnaia-tak-kaget-ml7lVoYaXY

BAACA.ID - Motor Aprilia RS-GP mampu membuktikan diri sebagai motor papan atas usai mengukir juara di MotoGP Argentina lewat Aleix Espargaro. Juara ini merupakan raihan pertama Aprilia di era MotoGP modern dengan mesin 4-tak. Padahal dulu banyak pebalap muda menolak Aprilia, bahkan pebalap tim pabrikan Italia ini, Scott Redding sempat kesal lantaran performanya. Redding yang kini jadi pebalap World Superbike (SBK) pernah melontarkan makian kepada Aprilia RS-GP pada 2018 lalu. Makian ini terlontar dari mulutnya karena Aprilia yang Ia tunggangi hanya mampu membuatnya finis di urutan ke-20. Meski saat sesi latihan menempati tiga besar pebalap tercepat. "Anda tidak bisa membuat secuil 'sampah' bersinar. Saya tahu kedengarannya kasar dan saya tidak seharusnya mengatakannya, tapi begitulah adanya," ujarnya kala itu. Namun, Redding kemudian menarik pernyataan tersebut. Lalu meminta maaf kepada Aprilia karena sempat melontarkan pernyataan yang tidak mengenakkan. "Saya di sini untuk mengatakan bahwa saya berhutang maaf yang sebesar-besarnya kepada Tim dan perusahaan Aprilia Racing," katanya. Kini dibawah kendali Aleix Espargaro, Aprilia RS-GP yang dulu sering ditolak pembalap lain dan dibilang 'sampah' membuktikan kualitasnya. Espargaro menjadi yang tercepat di MotoGP Argentina. "Saya ingat betul, ketika saya berada di Suzuki bersama Maverick (Vinales) dan kemudian saya selesai di sana karena saya tidak cukup kompetitif, dan Aprilia memanggil saya. Saya jelas tidak berada di urutan teratas daftar pebalap cepat, tapi tidak ada yang pergi ke sana (Aprilia), pebalap cepat tidak ingin pergi ke sana, tidak ada yang percaya pada proyek (Aprilia)," ujarnya. Ia mengatakan, mantan pebalap setimnya di Aprilia seperti Sam Lowes, Scott Redding, dan Andrea Iannone, memberikan selamat kepadanya. Ia menyebut, rekan setimnya itu tahu sulitnya mengendalikan motor Aprilia. "Mereka tahu seberapa jauh (dari) motornya di masa lalu, dan level yang kami tunjukkan sekarang. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan tetapi saya pikir sekarang orang-orang, terutama pebalap muda di Moto2 dan Moto3, mulai melihat proyek Aprilia sedikit lebih serius, seperti opsi untuk masa depan, dan saya pikir ini juga bagus untuk olahraga, untuk kejuaraan," katanya. Adapun spesifikasi Aprilia RS-GP 2022 yang mengantar Espargaro juara di MotoGP Argentina tak berubah banyak dari musim 2021. Aprilia RS-GP masih menggendong mesin liquid-cooled, four stroke,DOHC4 pneumatic valves V4 1.000 cc. Mesin itu sanggup menghasilkan tenaga setara 251 daya kuda dan kecepatan maksimum 350 km/jam. Ubahan justru terdapat pada bagian internal. Mengutip laman P300, radiatornya disebut lebih berlubang ketimbang model 2021. Kemudian ada juga sedikit ubahan pada aerodinamis di depan serta belakang.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X