Kiriman Olshop Lebih Lama Ketika Lebaran? Begini Solusi Logistiknya!

- Senin, 1 Mei 2023 | 17:55 WIB
Dokumentasi: Kunjungan industri program studi Teknik Logistik, Universitas Pertamina.
Dokumentasi: Kunjungan industri program studi Teknik Logistik, Universitas Pertamina.

BAACA.ID,-Mendekati lebaran, jagat maya diramaikan keluhan netizen +62 tentang lebih lamanya pengiriman barang pesanan dari olshop (online shop). Misalnya akun @drmatica yang bercuit paketnya belum kunjung tiba sejak dipesan 4 April lalu. Ada juga netizen @convomfs yang wanti-wanti agar tak usah pesan barang dulu karena barang pesanannya terhambat dikirim.

Namun tak sedikit juga netizen yang memahami 'perjuangan' kurir paket dalam kondisi melonjaknya pesanan. Akun @msftbiscuits memaklumi keterlambatan karena overload, bahkan kurir masih mengantar hingga larut malam. Senada, @babayb_ bersimpati dan menyemangati kurir yang mengirimkan pesanannya hingga pkl. 22.

"Menjelang hari raya Idul Fitri, umumnya Kementerian Perhubungan akan memberlakukan kebijakan pembatasan angkutan logistik selama arus mudik dan arus balik. Padahal animo masyarakat untuk berbelanja meningkat, sebagian untuk oleh-oleh keluarga tercinta di kampung halaman," ujar Gita Kurnia, S.T., M.Sc., peneliti dan dosen Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER).

Baca Juga: Tiga Hari, Ratusan Bacaleg DPRD Sulsel dari PKB Ikuti UKK

Bank Indonesia mencatat, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Maret 2023 meningkat menjadi 215,2 dari 201,2 pada bulan Februari 2023. Akibatnya, volume pengiriman barang pun menjulang. SiCepat Ekspres, perusahaan jasa ekspedisi, menyebut pengiriman paket sudah meningkat 20 persen sejak awal Ramadhan. Perusahaan memprediksi kenaikan penghantaran paket akan mencapai 40% di momen Idulfitri 2023 dengan puncak permintaan H-7 lebaran.

Menjawab kendala ini, Gita merumuskan metode yang dapat menghemat rute pengiriman. Penelitiannya memanfaatkan metode saving matrix dan nearest insert dalam memperkirakan rute pengiriman logistik. Solusinya terbukti berhasil mengurangi rute pengiriman hingga 62,5%, menghemat biaya hingga 30%, dan mempersingkat waktu kirim hingga 66,4%.

“Pada penelitian ini, kami menggunakan studi kasus pada sebuah perusahaan logistik berbasis di Denpasar, Bali. Berdasarkan studi yang kami lakukan, pada hari-hari biasa, perusahaan tersebut dapat mengirimkan ratusan logistik dalam satu hari namun menjelang lebaran, butuh waktu hingga dua hari,” jelas Gita saat ditemui di Universitas Pertamina (23/04).

Baca Juga: Melebihi Kuota, PKB Sulsel Akan Uji Bacaleg DPRD Sulsel

Untuk menggunakan metode saving matrix, menurut Gita, pertama-tama harus menghitung jarak antara gudang dengan masing-masing lokasi pelanggan. Kemudian jika ditemukan lokasi pelanggan yang berdekatan, maka rute pengantaran logistik dapat digabungkan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya pengiriman barang

Pada perusahaan yang diteliti oleh Gita, untuk dapat melayani pengiriman barang di area Bali umumnya memerlukan delapan rute pengantaran. Yakni Badung, Jembrana, Bangli, Karangasem, Buleleng, Klungkung, Gianyar, dan Tabanan. Namun setelah dilakukan pengukuran jarak, penggunaan metode saving matrix berhasil memangkas rute pengiriman barang menjadi lima rute saja.

Metode saving matrix tersebut turut diselaraskan dengan metode nearest insert, yang merupakan metode perhitungan jarak tempuh dari gudang pengantaran, rute pengiriman barang hingga kembali ke gudang. Melalui elaborasi metode saving matrix dan nearest insert pemangkasan 8 rute menjadi 5 rute dapat turut memangkas waktu pengiriman.

Baca Juga: Kebahagiaan Tantangan

“Jika semula 8 rute membutuhkan waktu 21 jam 30 menit, dengan menggunakan saving matrix dan nearest insert dapat diringkas menjadi 14 jam 17 menit. Jadi hanya membutuhkan satu hari untuk pengiriman sebanyak 6 rute,” tambah Gita.

Kedua metode tersebut dibuktikan dapat memberikan rute yang lebih efektif dan efisien. Sehingga pengiriman barang dari PT XYZ ke setiap tujuan hanya memakan waktu kurang dari satu hari. Selain itu berdasarkan hasil penelitian biaya transportasi pengiriman barang dapat menghemat biaya mencapai 30 persen.

Halaman:

Editor: Sasmita Siska Ayu Lestari

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendidikan Dan Pemberdayaan Diri

Rabu, 3 Mei 2023 | 10:18 WIB
X