• Sabtu, 28 Mei 2022

Nadiem Makarim Dorong Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi ASEAN

- Selasa, 5 April 2022 | 14:49 WIB
nadiemmakarim
nadiemmakarim

BAACA.ID - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim akan mengajukan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi dalam pertemuan-pertemuan forum ASEAN. Nadiem mangatkan hal ini dikarenakan bahasa Indonesia memiliki keunggulan historis, hukum, dan linguistik. Ia menjelaskan bahasa Indonesia bahasa Indonesia memiliki berbagai keunggulan dalam hal historis, hukum, dan linguistik. Bahasa Indonesia Juga menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara. Serta mempunyai persebaran bahasa yang sudah mencakup 47 negara di seluruh dunia. Tak hanya itu, bahasa Indonesia telah diajarkan menjadi mata kuliah di sejumlah kampus kelas dunia di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia. “Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional, sudah selayaknya bahasa Indonesia duduk di posisi terdepan, dan jika memungkinkan menjadi bahasa pengantar untuk pertemuan-pertemuan resmi ASEAN,” jelasnya, Senin (4/4/2022). Baca Juga: Seperti diketahui Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga, baik yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, maupun yang diselenggarakan secara mandiri oleh penggiat BIPA, pemerintah, dan lembaga di seluruh dunia. Lebih lanjut, Ia secara tegas menolak usulan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob agar menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa perantara dan bahasa resmi ASEAN. “Saya sebagai Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut. Namun, karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional," katanya. Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob dalam kunjungannya ke Indonesia menyatakan akan memperkuat bahasa Melayu sebagai bahasa perantara antara kedua kepala negara, serta sebagai bahasa resmi ASEAN "Lebih dari 300 juta populasi ASEAN menggunakan bahasa Melayu dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Melayu memiliki pembicara terbanyak ketujuh di dunia," kata Ismail Sabri, Rabu (23/3/2022). "Bahkan di seluruh ASEAN, ada orang yang bisa berbicara bahasa Melayu. Maka dari itu, tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa membuat Melayu sebagai salah satu bahasa resmi ASEAN," lanjutnya.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X