• Sabtu, 28 Mei 2022

Menko Luhut: Banyak Anak Putus Sekolah Imbas Perubahan Sistem Belajar

- Sabtu, 30 April 2022 | 05:46 WIB
Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Int)
Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Int)

BAACA.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dampak pandemi Covid-19 bagi sektor pendidikan sangat tidak stabil. Banyaknya kekurangan yang dimiliki sebelum pandemi membuat banyak anak putus sekolah akibat perubahan sistem belajar ke online. Hal ini Ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Global Dialogue. Ia menyebut Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan perekonomian dan pendidikan dunia yang lebih baik pasca pandemi Covid-19. "Dari seluruh dunia, masih ada 300 miliar penduduk dunia yang belum bisa mengakses internet. Melihat pentingnya transformasi digital dan ekonomi ini, maka Indonesia pun akan membahasnya dalam Presidensi G20 2022 sebagai wujud usaha post pandemic recover, selain isu arsitektur kesehatan global dan transisi energi berkelanjutan," ujarnya dikutip dari Kompas, Jumat (29/4/2022). Baca Juga: Selain itu Ia menerangkan bahwa saat ini terjadi ketidakmerataan internet dunia dan negara berkembang menyumbang 96% diantaranya. Sehingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)-lah yang banyak terdampak adanya kesenjangan teknologi imbas pandemi Covid-19. Infrastruktur internet yang berkualitas masih harus didorong agar lebih merata pembangunannya. Serta perlunya peningkatan literasi dan keterampilan digital agar masyarakat dapat lebih cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. "Kalau kita melihat sisi baiknya, di masa pandemik ini Indonesia berhasil menambah startup unicorn menjadi 9 perusahaan yang menempatkan digitalisasi sebagai inti dari inovasi bisnisnya. Tren ini patut diapresiasi dan peluang investasi masih sangat terbuka," terangnya. Lebih lanjut, Ia mengajak setiap negara bersama-sama membangun ekonomi digital yang produktif, inklusif, dan sustainable (berkelanjutan). Ia juga menyinggung pentingnya merawat lingkungan agar iklim dunia terjaga. Sehingga investasi untuk pengembangan energi hijau meningkat untuk mencapai emisi nol karbon atau net zero emission di tahun 2050 mendatang. "Transisi energi menjadi salah satu agenda penting dan sudah terefleksikan dalam isu utama Presidensi G20 2022," ujarnya.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X