• Minggu, 29 Januari 2023

ICO-SEID, Cari Solusi Untuk Kurangi Emisi Sektor Energi

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 10:17 WIB

BAACA.ID,-Universitas Pertamina, 12 Oktober 2022 - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat jumlah emisi gas rumah kaca Indonesia tahun 2019 mencapai 1,86 miliar ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Emisi gas rumah kaca nasional terbesar disumbang dari sektor energi yakni mencapai 638,8 juta ton CO2e dan pemanfaatan hutan dan lahan, sebesar 468,4 juta CO2e.

Melansir dari situs All The Science Organization, salah satu solusi untuk mengatasi tingginya jumlah emisi gas rumah kaca yakni dengan menerapkan sustainable engineering. Sustainable engineering memiliki misi untuk merancang dan mengoperasikan sebuah sistem industri dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

Baca Juga: Siwon Melakukan Banyak Cara untuk Menggagalkan Dahee Berciuman di Love Is For Suckers Episode 3

Untuk merumuskan solusi sustainable engineering, Universitas Pertamina akan menyelenggarakan International Conference on Sustainable Engineering, Infrastructure, and Development (ICO-SEID) dengan tema besar Green Energy and Policy for Sustainable Development.

“Saat ini transisi energi dan net zero emission telah menjadi isu yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Konferensi ICO-SEID hadir sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang sustainable engineering, infrastructure and development guna mendukung transisi energi dan net zero emission,” jelas Ir. Tota Simatupang, M.Eng., Ph.D., Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Perencanaan Infrastruktur Universitas Pertamina.

Baca Juga: Hati-Hati! Jangan Anggap Sepele Depresi yang Dialami, Cek Kondisinya Melalui Kalkulator Kesehatan Mental Ini

Bagi akademisi maupun praktisi dari sektor swasta maupun pemerintahan yang ingin berpartisipasi dalam konferensi ICO-SEID, pendaftaran dan penyerahan abstrak dibuka hingga Jumat, 14 Oktober 2022. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait topik yang dapat dipresentasikan, dapat mengunjungi laman https://icoseid.universitaspertamina.ac.id/

Tota melanjutkan, sustainable engineering, infrastructure, and development merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Guna mencapai 14 tujuan pada sustainable development (SDGs), harus ditopang oleh sustainable engineering and infrastructure. “Sebagai contoh, untuk mewujudkan SDG terkait energi bersih, Indonesia perlahan mulai beralih ke energi surya dan bayu yang lebih sedikit memproduksi emisi gas rumah kaca,” ungkapnya.

Baca Juga: Cek Sekarang Kondisi Kesehatan Mental Anda dengan Kalkulator Kesehatan Mental, Berikut Linknya

Halaman:

Editor: Sasmita Siska Ayu Lestari

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak Jurus Mahasiswi Juarai Lomba Karya Tulis Ilmiah

Sabtu, 26 November 2022 | 10:53 WIB

Jadi Maba Bikin Gegar Budaya? Ini Solusinya

Senin, 26 September 2022 | 10:28 WIB
X