• Sabtu, 28 Mei 2022

Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Menurun, Istana Sebut Kedepan Akan Bekerja Lebih Baik

- Rabu, 27 April 2022 | 23:42 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Int)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Int)

BAACA.ID - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Presiden Joko Widodo kini mengalami penurunan drastis usai sempat naik beberapa bulan lalu. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan sejumlah lembaga. Melihat hasil itu menurut Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini hal tersebut menjadi proses alamiah di dalam demokrasi. Menurutnya hasil kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang beragam tersebut menjadi wujud dari kebebasan berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangannya masing-masing. "Termasuk pandangan kritis terhadap kinerja pemerintah," kata Faldo kepada wartawan, Rabu (27/4/2022). Namun Ia tetap menyampaikan ucapan terima kasih kepada publik yang masih menaruh kepercayaan terhadap Jokowi. Dalam fase perideo kedua ini, Jokowi tetap masih memegang penuh kendali atas pemerintahan negara. "Di dalam tubuh Pemerintahan, kepercayaan diri dari setiap pejabat negara sangat tinggi untuk mencapai berbagai target yang hendak diselesaikan," tuturnya. Kedepan Ia mengatakan pihak pemerintah Jokowi akan berupaya menjawab ekspektasi publik yang ditunjukkan di dalam survey ini. Salah satu contoh yang akan diberikan yaitu dengan bekerja jauh lebih keras untuk kesejahteraan negara dan rakyat. "Di waktu-waktu ke depan, kami akan berupaya menjawab ekspektasi publik yang ditunjukkan di dalam survey ini dengan bekerja jauh lebih keras." ujarnya. Baca Juga: Sebelumnya lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) kembali merilis hasil surveinya pada Selasa (26/4/2022). Hasil survei yang dilakukan pada 14-19 April tersebut, menunjukkan tren penurunan pada tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Jika pada awal Januari 2022, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi menyentuh angka 75,3 persen, kali ini turun di angka 59,9 persen. IPI menyebut, menurunnya kepuasan masyarakat karena mahalnya harga bahan pokok. Dalam survei disebutkan, 36,6 persen masyarakat meminta Jokowi menstabilkan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng dan BBM.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

X