• Sabtu, 28 Mei 2022

Cegah Stunting, Dinkes Sulsel Proses Rekruitmen TGPD

- Minggu, 27 Februari 2022 | 09:20 WIB
WhatsApp Image 2022-03-23 at 14.47.03
WhatsApp Image 2022-03-23 at 14.47.03

Baaca.id, MAKASSAR – Demi mencegah stunting di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel kini memproses rekruitmen Tenaga Gizi Pendamping Desa (TGPD). Diketahui, proses rekruitmen ini berlangsung dua hari Jum’at dan Sabtu (25-26/2/2022). Dalam proses perekrutan ini melibatkan kerjasama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Makassar dan Universitas Hasanuddin Makassar. Adapun peserta yang mengikuti proses rekruitmen ini sebanyak 311 orang. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, dr Arman Bausat menjelaskan, TGPD ini nantinya akan terlibat dalam program Aksi Stop Stunting. Hal ini menjadi fokus Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). "Program ini akan dilaksanakan di 24 Kabupaten Kota dimana masing-masing kabupaten dan kota ada 10 Desa atau Kelurahan lokus [lokasi khusus] dengan jumlah total sebanyak 240 Desa atau Kelurahan dimana dalam pelaksanaannya kegiatan ini akan melibatkan TGPD," ungkapnya, Jumat (25/2/2022). Arman juga mengungkapkan, tenaga gizi yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan teknis dibawah bimbingan Dinas Kesehatan Provinsi, dan Poltekkes Kemenkes Makassar. "Sebanyak 240 tenaga pendamping gizi yang direkrut. Mereka nantinya bertugas pada satu desa, berarti ada 240 Desa yang menjadi lokus pada 24 Kabupaten atau Kota dan akan bertugas selama kurang lebih 7 bulan, yakni hingga bulan November dan akan dilakukan evaluasi pada Desember nanti," kata dia. Soal tugas pendamping gizi, Arman menyatakan, untuk memberikan edukasi kepada keluarga pada 1000 hari Pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil untuk desa lokus stunting di 24 Kabupaten dan Kota. "Para pendamping juga akan melakukan sosialisasi perubahan perilaku pada remaja putri, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita," ucapnya. Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha mengatakan, bahwa berbeda dari tahun sebelumnya, tahun 2022 ini Pemprov Sulsel mengintervensi seluruh Kabupaten Kota dengan menetapkan 10 lokus masing-masing daerah. "Diharapkanakanadaterbentuktimpercepatanpenurunan stunting di desa, sehinggaketika Tim Pendamping Gizi ini tidak lagi bertugas di desa porgram Aksi Stop Stunting tetap berjalan dengan adanya Tim Percepatan Penurunan Stunting di Desa," jelasnya. TGPD ini pun diharapkan dapat menjaring keluarga tidak mampu yang tidak terdaftar pada jaminan kesehatan, khususnya Ibu Hamil KEK, Balita Gizi Kurang atau Buruk dan Balita Stunting. "Insya Allah kedepan kita akan lebih banyak berkoordinasi dengan OPD terkait khususnya dalam penanganan kemiskinan bagi keluarga yang tidakmampu". lanjutnya. Untuk diketahui, para calon TGPD diharuskan menjalani seleksi yang dibagi dalam 3 sesi. Pertama, tes melalui media elektronik. Kedua, tes praktek pengukuran antropometri dan ketiga tes wawancara.    

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mudah! Ini Cara-Cara Dapat Uang dari Youtube

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:56 WIB
X