• Sabtu, 28 Mei 2022

Green Environment, Solusi Terbaik untuk Kurangi Efek Negatif Mining Bitcoin

- Jumat, 8 April 2022 | 05:41 WIB
trading-crypto
trading-crypto

Setelah Elon Musk mengatakan bahwa perusahaannya tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran beli mobil, dunia crypto kembali digoyang. Pernyataan Elon Musk bukan tanpa alasan. Mining bitcoin memang membutuhkan energi yang tidak sedikit, terutama energi yang tidak terbarukan.   Perlu diketahui bahwa ada dua cara untuk bisa mendapatkan bitcoin, yaitu membeli dan menambang. Dan pertambangan bitcoin atau yang biasa disebut mining inilah yang menjadi perhatian dunia. Terutama bagi mereka yang sangat konsen dengan isu kerusakan alam. Cara Mining Bitcoin Seperti produk digital lainnya, penambangan bitcoin menggunakan teknologi aplikasi secara digital. Namun sayangnya, untuk bisa menjalankan aplikasi ini diperlukan energi yang tidak terbarukan cukup besar. Karena untuk bisa mendapatkan satu dolar nilai bitcoin diperlukan energi senilai dengan penambangan emas satu dolar. Ada 3 cara mining bitcoin yang bisa dilakukan, antara lain:
  1. Cara Pool Mining
Seperti namanya, penambangan ini dilakukan dalam sebuah kolam atau yang sering disebut dengan pool. Di sana ada banyak penambang lain yang juga melakukan aktivitas yang sama. Untuk bisa masuk dalam pool ini, kamu harus mendapatkan persetujuan dari anggota pool lainnya. Lalu, bersama-sama melakukan aktifitas penambangan. Hasil yang didapat akan dibagi pada semua anggota pool.
  1. Cara Cloud Mining
Selain menggunakan cara Pool Mining, cara penambangan bitcoin lain bagi pemula adalah dengan menggunakan Cloud Mining. Cara ini tergolong sangat mudah. Karena kamu tidak perlu mengetahui lebih dalam mengenai hardware mining. Kamu hanya perlu menggunakan layanan yang menyediakan Cloud Mining, seperti hashing24, Hashflare, Genesis Mining, atau sejenisnya. Meski terlihat cukup mudah, nyatanya cara ini lebih beresiko dibanding dengan Pool Mining, tapi tak perlu khawatir. Cukup tingkatkan pengetahuan mengenai crypto dan bitcoin lebih baik lagi.
  1. Solo Mining
Cara penambangan terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan Solo Mining. Berbeda dengan Pool Mining dan Cloud Mining. Solo Mining biasa dilakukan oleh mereka yang sudah ahli. Karena cara penambangan ini mengharuskan melakukannya sendiri. Untuk bisa melakukan Solo Mining, kamu harus memiliki pengetahuan yang baik terkait bitcoin. Termasuk juga menyediakan berbagai perlengkapan yang cukup banyak dan canggih. Seperti motherboard, PC, kartu grafis, harddisk, dan lain sebagainya. Kamu juga harus menggunakan software mining. Seperti BFG miner, CG miner, easy miner, bitcoin miner, dan lain sebagainya. Tentu saja, semua cara itu memerlukan energi listrik yang cukup besar. Jadi pastikan juga pasokan listrik cukup jika ingin melakukan Solo Mining. Green Environment Mining Bitcoin Ketiga cara penambangan bitcoin di atas memerlukan energi yang sangat tinggi. Terutama untuk energi listrik yang tidak terbarukan seperti fosil. Jika ini diteruskan, maka ketersediaan energi listrik akan terus menipis. Mengancam kehidupan lainnya. Dari masalah inilah akhirnya sebuah perusahaan teknologi asal Kanada Technologies berkerja sama dengan Great American Mining atau GAM. Yaitu sebuah perusahaan yang merubah gas menjadi energi agar pelaku crypto bisa menambang bitcoin. Kedua perusahaan besar ini berjanji untuk menggunakan energi ramah lingkungan demi aktivitas penambangan bitcoin yang lebih baik. Penambangan ramah lingkungan ini dilakukan dengan menggunakan sumber energi yang terdampar. Lalu dipancarkan untuk mendapatkan bitcoin yang aktif. Inilah yang dinamakan dengan green environment. Cara mining bitcoin untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Tertarik dengan green environment? Kamu bisa baca selengkapnya di https://token-aha.org ini. Tentang bagaimana cara ini dilakukan dan dampak yang bisa dilihat.

Editor: Admin HM

Terkini

Mudah! Ini Cara-Cara Dapat Uang dari Youtube

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:56 WIB
X