• Sabtu, 28 Mei 2022

Temui Ketua DPD RI, Panglima TNI Jaminkan Prajurit Tidak akan Represif Amankan Demo

- Minggu, 10 April 2022 | 09:55 WIB
Temui Ketua DPD RI, Panglima TNI Jaminkan Prajurit Tidak akan Represif Amankan Demo
Temui Ketua DPD RI, Panglima TNI Jaminkan Prajurit Tidak akan Represif Amankan Demo

BAACA.ID, JAKARTA - Panglima Jenderal Andika Perkasa datang berkunjung ke kediaman Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, dalam kesempatan itu Ia menyempaikan persiapan prajurit#TNI untuk mengamankan demo 11 April nanti. Andika menjamin bahwa prajuritnya yang diperbantukan mengamankan aksi demonstrasi 11 April 2022 tak akan represif. “Kami berterima kasih sudah diingatkan oleh Ketua DPD RI. Pasukan kami memang sudah di-BKO (diperbantukan) ke Polda dan Polres untuk antisipasi aksi. Tetapi, kami tegaskan bahwa#TNI dan seluruh jajaran tetap disiplin, sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangannya,” katanya di di Rumah Dinas Ketua DPD RI, Sabtu 9 April 2022. Ia mengatakan prajurit akan menjalankan tugasnya sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangannya saat membantu polisi. Pasukannya sendiri telah disiapkan dan sudah berkoordinasi ke pihak kepolisian disetiap daerah. “Kami berterima kasih sudah diingatkan oleh Ketua DPD RI. Memang pasukan kami sudah di-BKO ke Polda dan Polres untuk antisipasi aksi. Tetapi kami tegaskan bahwa#TNI dan seluruh jajaran tetap disiplin, sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya,” katanya. Baca Juga: Menkopolhukam Minta Mahasiswa Tertib Demo dan Polisi Amankan Tanpa Peluru Tajam Selain itu, Ia menuturkan demonstrasi merupakan hak politik yakni hak berpendapat yang dijamin Konstitusi dan dilindungi konstitusi UUD 1945. Suara mereka pastinya akan didengar yang penting tidak merusak fasilitas publik. “Namun jangan sampai merusak fasilitas umum dan infrastruktur yang ada, karena yang rugi kita semua. Suara rakyat pasti didengar oleh pemerintah. Termasuk suara dari Pak Ketua DPD RI yang merupakan tokoh di negeri ini,” tuturnya. Sejalan dengan itu, La Nyalla meminta aparat penegak hukum yang bertugas mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota untuk memfasilitasi hak mereka menyampaikan pendapat di muka umum. Hal ini karena aspirasi mahasiswa merupakan arus yang tidak bisa dibendung. “Adik-adik mahasiswa ini sebagai saluran dari suara rakyat harus dihargai dan diterima dengan baik,” katanya. La Nyalla juga meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar mengingatkan jajarannya yang bertugas agar tidak represif terhadap mahasiswa. Aparat keamanan tidak boleh melakukan kekerasan ataupun tindakan represif lainnya. “Saya sudah telepon langsung Kapolri, saya minta agar kepolisian jangan represif terhadap aksi demonstrasi,” kata La Nyalla. Sementara itu di hari yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD juga mengadakan rapat membahas mengenai rencana demo Senin nanti. Rapat Koordinasi Terbatas yang diselenggarakan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, ini dihadiri Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Kepala BIN, Panglima#TNI, Kepala Staf Presiden, dan Wakabaintelkam mewakili Kapolri, beserta sejumlah pejabat eselon I Kemenko Polhukam. Dalam rapat itu, Mahfud mengingatkan aparat penegak hukum tidak boleh ada kekerasan saat menjaga dan mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa. Ia menyampaikan pemerintah memperhatikan rencana unjuk rasa itu dengan seksama. “Dalam menghadapi rencana unjuk rasa itu, pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum, agar melakukan pelayanan dan pengamanan sebaik-baiknya, tidak boleh ada kekerasan, tidak membawa peluru tajam, juga jangan sampai terpancing provokasi,” katanya.

Editor: Fikri Rahmat

Tags

Terkini

Mudah! Ini Cara-Cara Dapat Uang dari Youtube

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:56 WIB
X