• Sabtu, 28 Mei 2022

Walikota Makassar Tegaskan Hepatis Akut Misterius Saat ini Tidak Ada di Makassar

- Kamis, 5 Mei 2022 | 18:37 WIB
Walikota Makassar Tegaskan Hepatis Misterius Akut Saat ini Tidak Ada di Makassar
Walikota Makassar Tegaskan Hepatis Misterius Akut Saat ini Tidak Ada di Makassar

BAACA.ID, MAKASSAR-- Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menegaskan, bahwa di dalam kota yang ia pimpin saat ini, belum ada penyakit Hepatitis akut misterius. Ia menyebutkan, dirinya dan sejumlah pihak yang terkait di kota Makassar, turut mengamati perihal tersebut penyakit Hepatitis akut misterius. Hal itu diketahui, merespons meninggalnya sejumlah anak di Jakarta karena dilaporkan terinfeksi penyakit tersebut. "Kita lagi amati terus tapi sekarang tidak ada di Makassar," ujarnya, Kamis (5/5/2022). Kendati belum ada yang terdeteksi di kota Makassar hingga hari ini, Danny Pomanto--sapaan akrab Wali Kota Makassar--meminta agar masyarakat tetap waspada akan penyakit tersebut. Dalam upaya tersebut, Walikota yang sudah 2 kali menjabat di kota Makassar itu menyampaikan, dirinya sudah memberi instruksi untuk jajaran pemerintahan, bahkan hingga ke ketua RT dan RW agar segera melaporkan jika ada temuan di lapangan. "Saya sudah perintahkan seluruh RT RW mengawasi orang yang tiba-tiba sakit terutama anak-anak," jelasnya. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). SE tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 27 April 2022. “Surat Edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya,” disebutkan dalam SE. Kemenkes meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit antara alin untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom penyakit kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Editor: Efrat Syafaat

Tags

Terkini

Mudah! Ini Cara-Cara Dapat Uang dari Youtube

Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:56 WIB
X