• Minggu, 3 Juli 2022

Mengabdi 14 Tahun, Perjuangan Disabilitas Netra Terima SK PPPK dari Andi Sudirman

- Rabu, 18 Mei 2022 | 09:25 WIB
Mengabdi 14 Tahun, Perjuangan Disabilitas Netra Terima SK PPPK dari Andi Sudirman
Mengabdi 14 Tahun, Perjuangan Disabilitas Netra Terima SK PPPK dari Andi Sudirman

BAACA.ID, MAKASSAR-- Sekiranya, ada 1669 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) tahap pertama, menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada Selasa (17/5/2022) kemarin. Salah satu peserta PPPK yang menerima SK tersebut, ialah bernama Asryanti. Perempuan yang merupakan guru di SMA Negeri 2 Luwu Timur ini, juga merupakan peserta disabilitas sensorik atau kebutaan. Ditemui di kediaman keluarganya, di BTN Hamzy Makassar, Asrianty menceritakan pengalamannya menjalani aktivitas kesehariannya mengajar di sekolah dengan kondisi indera pengelihatannya yang kurang maksimal. Bahkan, Asryanti mengaku kondisinya itu tidak menjadi penghalang baginya untuk memberikan pendidikan kepada para siswa yang dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. "Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala. Saya mengabdikan diri di sekolah itu (SMA Negeri 2 Luwu Timur) sejak Januari 2009 sampai sekarang. Kepala sekolah, teman-teman guru lainnya juga cukup memberikan dukungan ke saya untuk bisa mengajar," ucapnya. Asrianty yang telah mengabdi selama 14 tahun tersebut juga mengaku, meskipun tidak ada sarana dan prasarana khusus yang digunakan untuk mengajar, dirinya memiliki pola sendiri dalam memberikan pelajaran kepada siswa. "Terkadang saya kirim file dibantu keponakan kirim ke gadget siswa. Dari situ kalau ada yang kurang jelas dipertanyakan atau saya jelaskan juga melalui papan tulis, yang bisa di tulis saya tulis, kecuali yang berupa gambar. Kalau berupa gambar, itu mi gambar yang ada di gadget itu. Karena untuk menggambarnya setengah mati," ungkapnya. Pola lain yang diterapkannya, kata Asrianty, jika ada siswa yang memiliki kepandaian yang menonjol maka siswa tersebutlah yang akan membantunya menjadi tutor untuk menyampaikan pelajaran. Asryanti juga mengungkapkan, di tahun 2010 lalu dirinya pernah mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun gagal. "Saya pernah mendaftar CPNS di tahun 2010. Karena tidak bisa kerja soal, jadi lembaran jawaban saya kosong," ungkapnya. Meski begitu, untuk pendaftaran PPPK jalur umum yang diikutinya ini, menjadi jalan rejeki baginya. Menurutnya, saat menjalani tes dirinya cukup terbantukan karena panitia yang menjadi pengawas ujian membantunya membacakan soal yang tertera di komputer. Sehingga, saat ini dirinya menjadi salah satu yang berhasil menjadi tenaga PPPK. "Dan Alhamdulillah hari ini saya sangat gembira karena bisa menerima SK sebagai PPPK melalui jalur umum," ujar wanita kelahiran Wotu, Luwu Timur, 1 Januari 1982 tersebut.

Editor: Efrat Syafaat

Terkini

5 Makanan Tinggi Antioksidan Pencegah Kanker

Kamis, 30 Juni 2022 | 05:00 WIB

Seputar Teknologi: Spesifikasi Vivo Y91 Lengkap!

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:49 WIB

Antidepresan: Kegunaan, Jenis, Efek Samping, dll

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:40 WIB

3 Cara Mengetahui Handphone Disadap Lengkap

Selasa, 28 Juni 2022 | 01:25 WIB
X