• Minggu, 3 Juli 2022

Penelitian Mahasiswa Universitas Pertamina Bantu Minimalisir Korban Letusan Gunung Berapi

- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:04 WIB
Kegiatan Praktikum Ground Penetrating Radar di Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina, untuk Mendeteksi Benda–benda yang Terkubur di Bawah Permukaan Tanah, 2022. (Dok. Univ Pertamina)
Kegiatan Praktikum Ground Penetrating Radar di Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina, untuk Mendeteksi Benda–benda yang Terkubur di Bawah Permukaan Tanah, 2022. (Dok. Univ Pertamina)

BAACA.ID - Mahasiswi Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER) Sinta Nur Asyidah melakukan penelitian terkait risiko dari letusan Gunung Merapi. Penelitiannya mencoba mencari alternatif solusi untuk meminimalisir risiko kerusakan dan korban jiwa akibat bencana vulkanik ini.

Penelitian ini Ia lakukan di kawasan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Dalam penelitiannya Sinta merekam pergerakan gelombang S (Shear) yang terjadi di wilayah sekitar Gunung Merapi dan Merbabu dengan menggunakan seismometer.

“Seismometer bisa juga diartikan sebagai alat pantau. Fungsinya merekam gelombang seismik dan tiltmeter untuk mengetahui arah gerak lava,” katanya.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Terima Penghargaan Kemendagri Terkait Penerapan SPM

Ia menjelaskan data dari pergerakan gelombang S tersebut kemudian diolah menggunakan bahasa pemrograman phyton untuk menunjukkan arah polarisasi atau pergerakan gelombang. Hal ini dapat mengetahui arah pergerakan lempeng bumi tersebut, evakuasi warga di sekitar lokasi bencana pun dapat dilakukan lebih dini. Sehingga, dapat meminimalisir jumlah korban jiwa.

Sinta Nur Asyidah Saat Mempresentasikan Penelitiannya yang berjudul (Dok. Universitas Pertamina)

Adapun alasan Sinta melakukan penelitian ini karena secara geografis, Indonesia terletak di atas tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak gunung berapi dan sangat rentan terhadap bencana erupsi gunung berapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya ada 127 gunung berapi aktif di Indonesia.

“Besarnya potensi bencana vulkanik di Indonesia ini, membuat mitigasi bencana sangat penting dilakukan. Pemerintah sendiri telah memaksimalkan program mitigasi dengan memasang alat pantau di sekitar wilayah gunung berapi. Namun, tentunya dibutuhkan inovasi dan dukungan para akademisi untuk mengotimalkan upaya yang telah dilakukan pemerintah tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Sociopreneur: Tren Karir Baru Bagi Millenials dan Gen Z

Halaman:

Editor: Fikri Rahmat Utama

Sumber: Universitas Pertamina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Makanan Tinggi Antioksidan Pencegah Kanker

Kamis, 30 Juni 2022 | 05:00 WIB

Seputar Teknologi: Spesifikasi Vivo Y91 Lengkap!

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:49 WIB

Antidepresan: Kegunaan, Jenis, Efek Samping, dll

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:40 WIB

3 Cara Mengetahui Handphone Disadap Lengkap

Selasa, 28 Juni 2022 | 01:25 WIB
X