• Senin, 27 Juni 2022

MIWF 2022 Hadir Dengan Format Hybdrid dan Merespon Krisis Iklim

- Kamis, 23 Juni 2022 | 11:32 WIB
MIWF 2022 Hadir Dengan Format Hybdrid dan Merespon Krisis Iklim (Istimewa)
MIWF 2022 Hadir Dengan Format Hybdrid dan Merespon Krisis Iklim (Istimewa)

BAACA.ID - Festival literasi terbesar di Indonesia Timur, Makassar International Writers Festival (MIWF) 2022, kembali hadir pada 23-26 Juni 2022 dengan mengangkat tema Awakening.

Salah satu komitmen terbaru festival adalah ikut aktif merespons krisis iklim dengan mendeklarasikan diri sebagai kegiatan publik rendah karbon.

“Tahun ini kita naik kelas untuk komitmen lingkungan, yakni mendeklarisikan MIWF sebagai kegiatan yang rendah karbon. Ini artinya semua emisi yang diproduksi, yang dapat dikontrol oleh festival akan kita catat, lalu produksi emisi ini akan kita bayar atau dikenal dengan istilah carbon offset." kata Direktur MIWF Lily Yulianti Farid.

Baca Juga: Cerita Alumni UPER: Raih Beasiswa Hingga Kerja di Perusahaan Ternama

"Emisi karbon yang diukur berasal dari aktivitas transportasi, seperti jejak karbon dari penerbangan para penulis. Pada tahun 2019 kami sudah juga berkomitmen sebagai festival nirsampah, tahun ini Nirsampah dan Rendah Karbon,” sambungnya.

Lebih lanjut, Lily menyebutkan, ada satu tim terlatih, yang memberi kita sumbangan ilmu dan pengetahun untuk menghitung emisi, kemudian dari hasil pencatatan itu akan dilakukan "carbon offset" melalui penanaman pohon mangrove.

“Saya kira kita akan menjadi satu dari sedikit festival di Indonesia yang telah memikirkan prinsip-prinsip iklim di dalam produksi kegiatan,” jelas Lily.

Baca Juga: Dewan Pers Sebut Sidang Gugatan Enam Media di Makassar Cacat Formil

Nantinya, kata Lily, MIWF juga menyiapkan kelas edukasi selama empat hari berturut-turut tentang cara merancang kegiatan publik yang lebih ramah lingkungan.

MIWF berharap, ide seperti ini bukan menjadi kegiatan yang hanya dikerjakan oleh segelintir orang. Idealnya, nilai seperti ini menjadi standar untuk kegiatan-kegiatan publik.

Mengutamakan Pertukaran Pengetahuan dan Penguatan Jejaring

Sementara itu, pihaknya mengakui bahwa kegiatan ini diadakan di tengah masa transisisi, saat berbagai aspek kehidupan belum sepenuhnya pulih. MIWF juga mencoba berbenah, setelah dihantam pandemi 2,5 tahun.

Baca Juga: Dipuji Netizen, Ini Kronologi Aksi Heroik Prajurit TNI Pecahkan Kaca Mobil Demi Selamatkan Bayi

Dengan demikian, keputusan mengadakan festival dengan format hybrid yang jadi pilihan, dengan mengutamakan pertukaran penguatan jejaring.

Halaman:

Editor: Fikri Rahmat Utama

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Daftar Ulang Kartu Semua Operator 2022

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:45 WIB

Lupa Password Gmail? Begini Cara Mengembalikannya!

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:30 WIB
X