• Senin, 15 Agustus 2022

Pemerintah Lambat Atasi PMK, Akibatnya Ada Ratusan Ribu Kasus Aktif

- Minggu, 31 Juli 2022 | 19:58 WIB
Petugas dari DKPP Kabupaten Madiun menyuntikkan vaksin PMK terhadap hewan ternak sapi diwilayah Saradan baru-baru ini.
Petugas dari DKPP Kabupaten Madiun menyuntikkan vaksin PMK terhadap hewan ternak sapi diwilayah Saradan baru-baru ini.

BAACA.ID - Pemerintah seperti tutup mata soal banyaknya kasus di negri ini.

Salah satunya, terkait wabah PMK alias Penyakit Mulut dan Kuku, yang dialami hewan-hewan ternak.

Baca Juga: Latar Pendidikan Menkomifo Jadi Bulan-bulanan di Sosmed : Cuma S1 dan Gak Sesuai Bidang!

Sudah tiga bulan lamanya, wabah PMK ini sudah ada di Indonesia. Namun, tak ada langkah kongkrit dari pemerintah.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Peternak Indonesia Apes karena PMK, Keuntungan Lari ke Importir".

Terbukti, sudah ada 22 provinsi yang terinfeksi wabah ini. Dan, pada 1 Juli 2022, ada sebanyak 233.370 kasus aktif yang tersebar di 246 wilayah kabupaten dan kota.

Hingga saat ini, wabah yang menyerang hewan ternak tersebut belum teratasi.

Untuk mengatasi kebutuhan daging dalam negeri, pemerintah kemudian mengambil keputusan melakukan impor.

Namun, dalam impor tersebut, ada sejumlah hal yang menjadi sorotan oleh para pengamat yaitu negara yang dipilih Indonesia.

Halaman:

Editor: Zairini Fajrin

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X