• Senin, 15 Agustus 2022

Indonesia Komitmen Akan Kurangi Emisi CO2 di Sektor Penerbangan Pada Pertemuan Tingkat Tinggi ICAO

- Minggu, 31 Juli 2022 | 23:17 WIB
Emisi CO2 (Baaca)
Emisi CO2 (Baaca)

BAACA.ID - Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 di sektor penerbangan, guna mewujudkan penerbangan sipil global yang ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam International Civil Aviation Organization (ICAO) High Level Meeting on the Feasibility of a Long-Term Aspirational Goal for International Aviation CO2 Emissions Reductions (HLM - LTAG) di Montreal, Kanada.

Saat memberikan sambutannya secara daring, Menhub mengatakan Indonesia memiliki kepentingan besar pada pertumbuhan dan pemulihan sektor penerbangan sipil global yang ramah lingkungan, mengingat Indonesia memiliki 251 bandara dan diproyeksikan International Air Transport Association (IATA) akan menjadi pasar transportasi udara terbesar ke-empat dunia di Tahun 2036.

Baca Juga: Tanggapan Joko Widodo Soal Polisi Baku Tembak

Menhub mengatakan, sektor penerbangan merupakan isu prioritas karena terkait langsung dengan sektor pariwisata, perdagangan, dan industri, yang sangat penting untuk pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

Negara maju, menurut Menhub harus lebih aktif dalam upaya dekarbonisasi sektor penerbangan sipil global. Adapun bagi negara berkembang, Menhub mendorong adanya fleksibilitas yang diberikan, agar upaya pengurangan emisi CO2 dapat tercapai tanpa menghambat pertumbuhan sektor penerbangan nasional yang berkelanjutan.

“Hal ini merupakan cerminan dari prinsip tanggung jawab bersama yang berbeda (common but differentiated responsibilities-and respective capabilities) yang diakui dalam Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC),” ujar Menhub.

Baca Juga: Krisis Hak Asasi Manusia di Papua Harus Diakhiri

ebih lanjut, Menhub menyampaikan sejumlah hal untuk mendorong terwujudnya penerbangan yang ramah lingkungan, diantaranya yaitu: menekankan pentingnya meningkatkan produksi dan ketersediaan bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan (sustainable aviation fuels/SAF) dengan harga terjangkau untuk mendukung pencapaian ICAO LTAG, meminta negara-negara untuk mendorong penggunaan seluruh bahan baku bioenergi untuk pembuatan SAF tanpa diskriminasi, dan menyampaikan pentingnya aspek pendanaan dan kerjasama teknis dalam rangka mengurangi emisi CO2 bagi sektor penerbangan sipil global.

Halaman:

Editor: Zairini Fajrin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X