• Senin, 15 Agustus 2022

Beasiswa APERTI UPER, Membuka Jalan Wujudkan Harapan

- Senin, 1 Agustus 2022 | 14:53 WIB

Baaca.id, Universitas Pertamina, 28 Juli 2022 - Industri kimia berkelanjutan, dikatakan Kementerian PPN (Bappenas) pada Kamis (07/07/2022), menjadi salah satu fokus prioritas pembangunan ekonomi di Ibu Kota Negara (IKN). Pengembangannya diprediksi dapat memberi kontribusi hingga 6,5 Miliar dollar AS dari PDB nasional.

Dalam laporan Korn Ferry bertajuk ‘Reward in Asia Pacific Chemical Sector’ pada Tahun 2019, disebutkan bahwa gaji pokok para pekerja di industri kimia Indonesia, lebih tinggi 25 persen dibandingkan industri lainnya. Hal ini ditengarai karena tingginya kesenjangan antara ketersediaan jumlah tenaga kerja ahli muda dan kebutuhan industri.

Indy Inasa Rizqita, salah satu penerima Beasiswa APERTI BUMN di Universitas Pertamina (UPER) asal Kabupaten Nganjuk, mengungkapkan harapannya menjadi ahli kimia di masa depan. Berkat pembebasan biaya kuliah hingga 100 persen di UPER, mahasiswi yang diterima di Program Studi Kimia tersebut, kini selangkah lebih dekat pada cita-citanya.

Baca Juga: Usai Pekan Lalu Periksa Ajudan Ferdy, Komnas HAM Kembali Panggil Ajudan dan ART Ferdy Sambo

Indy mengatakan, sudah sejak lama dirinya tertarik dengan bidang kimia. “Keilmuan di bidang kimia bisa diterapkan di berbagai sektor seperti farmasi, otomotif, tekstil, bahkan makanan dan minuman. Selain itu, keilmuan di bidang kimia juga dapat memberikan solusi untuk berbagai masalah seperti pencemaran lingkungan dan perubahan iklim,” pungkas Indy dalam wawancara daring selepas pengumuman penerima Beasiswa APERTI BUMN, Selasa (26//07/2022).

Siswi berprestasi asal SMA Negeri 2 Nganjuk ini, langganan meraih sejumlah penghargaan. Diantaranya finalis Olimpiade Kimia Air-langga Tingkat Nasional, dan menduduki Top 100 Perempat Final NOVEC Carnival ITS. Indy juga aktif di ekstrakurkuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), dan tercatat sebagai penerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP)dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selama tiga tahun penuh.

Indy berharap dapat memajukan daerah asalnya, terkhusus di sektor industri kimia. “Tahun lalu, pemerintah telah mengembangkan Kawasan Industri Nganjuk (KING) yang digadang-gadang akan menjadi pusat kegiatan industri di kabupaten Nganjuk. Saya berharap, ketika lulus nanti dapat kembali ke kampung halaman dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ujar siswi yang selalu meraih rangking 10 besar tersebut.

Baca Juga: Ini Kronologi Penemuan 1 Ton Bansos Covid-19 Dikubur di Lahan Warga Depok

Selain Indy, empat mahasiswa lain juga diterima di UPER melalui Beasiswa APERTI BUMN. Keempat mahasiswa tersebut adalah: Alghifari Rasyid Zola yang diterima di Program Studi Ilmu Komputer, Naurah Aqela yang diterima di Program Studi Kimia, Aulia Putri Riadi yang diterima di Program Studi Teknik Lingkungan, dan Michael Unedo Sitinjak yang diterima di Program Studi Kimia. Mereka berhasil menyisihkan lebih dari sembilan ribu pendaftar Beasiswa APERTI di Universitas Pertamina.

Halaman:

Editor: Fikri Rahmat Utama

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X