• Minggu, 29 Januari 2023

DPR RI Sahkan RUU KUHP Jadi Undang-Undang, Menkumham Yasonna Laoly: Bila Tak Setuju Gugat di MK

- Rabu, 7 Desember 2022 | 22:51 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly (kedua kanan) dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej (kanan) menerima dokumen laporan Komisi III terkait RKUHP dari Ketua Komisi III Bambang Wuryanto (kiri) saat Rapat Paripurna DPR ke-11 masa persidangan II tahun 2022-2023 di   (Antara)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly (kedua kanan) dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej (kanan) menerima dokumen laporan Komisi III terkait RKUHP dari Ketua Komisi III Bambang Wuryanto (kiri) saat Rapat Paripurna DPR ke-11 masa persidangan II tahun 2022-2023 di (Antara)

BAACA.ID - Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) disahkan menjadi Undang-undang. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad beragendakan pengambilan keputusan atas RUU KUHP.

"Apakah RUU KUHP dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang," ucap Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung DPR Senayan, Selasa 6 Desember 2022.

Seluruh anggota DPR yang hadir menyetujui RUU KUHP untuk disahkan menjadi undang-undang.

Baca Juga: Menpora Sebut Lanjutan Liga 1 Digelar Tanpa Penonton dan Terpusat di Jawa

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly dalam sambutannya mengatakan, pengesahan ini merupakan momen bersejarah dalam penyelenggaraan hukum pidana di Indonesia. Setelah bertahun-tahun menggunakan KUHP produk Belanda, saat ini Indonesia telah memiliki KUHP sendiri.

Menurut Yasonna, produk Belanda ini dirasakan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan kebutuhan hukum pidana di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu urgensi pengesahan RUU KUHP.

“Produk Belanda tidak relevan lagi dengan Indonesia. Sementara RUU KUHP sudah sangat reformatif, progresif, juga responsif dengan situasi di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Jajaran Pemerintahan Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Krisis Pangan

Yasoona Menambahkan, kita patut berbangga karena berhasil memiliki KUHP sendiri, bukan buatan negara lain. Jika dihitung dari mulai berlakunya KUHP Belanda di Indonesia tahun 1918, sudah 104 tahun sampai saat ini. Indonesia sendiri telah merumuskan pembaruan hukum pidana sejak 1963.

Halaman:

Editor: Fikri Rahmat Utama

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mengembalikan Suara yang Hilang

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:35 WIB

Ini Sederet Harapan Gubernur Sulsel di Tahun 2023

Sabtu, 31 Desember 2022 | 21:47 WIB

Cara Masuk Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan Admin

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:11 WIB
X