Mahasiswi UPER Manfaatkan AI Rancang Penerjemah Bahasa Isyarat

- Sabtu, 4 Maret 2023 | 09:35 WIB
Dokumentasi: Pemodelan data dalam sistem penerjemah bahasa isyarat
Dokumentasi: Pemodelan data dalam sistem penerjemah bahasa isyarat

BAACA.ID,-Peringatan Hari Pendengaran Sedunia tanggal 3 Maret menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli pada mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan bertajuk The World Report on Hearing tahun 2021 memetakan setidaknya terdapat 1,5 miliar orang di dunia yang menderita gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran terbagi menjadi 4 kategori, yakni gangguan pendengaran ringan, sedang, berat dan sangat berat.

WHO menyebut, penderita gangguan pendengaran ringan hingga berat umumnya masih dapat berkomunikasi secara lisan. Dengan didukung alat bantu dengar agar bisa memahami dengan lebih baik. Sedangkan para penderita gangguan pendengaran sangat berat atau yang biasa disebut penyandang Tuli, umumnya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Baca Juga: Hotel Mercure Nexa Pettarani Makassar melaksanakan Jum'at Berkah berbagi 150 nasi kotak bersama ojek online

Di Indonesia, mayoritas komunitas Tuli berkomunikasi menggunakan bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Akibat perbedaan cara berkomunikasi, komunitas Tuli seringkali kesulitan dalam berinteraksi terutama dengan masyarakat luas. Hal ini juga yang kemudian memicu kesenjangan dalam hal kesempatan kerja. BPS melaporkan, di tahun 2022 dari 17 juta penyandang disabilitas di usia produktif, hanya 7,06 juta saja yang bekerja.

Peduli akan kesejahteraan komunitas Tuli, alumni Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), Riestiya Zain Fadillah, menciptakan model sistem penerjemah BISINDO berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia mendapat bimbingan dosen Meredita Susanty, M.Sc., dan Ade Irawan, Ph.D., dalam pembuatan arketipe tersebut.

Baca Juga: Selamat Hari Pendengar Sedunia, Yuk Intip Dampak Cutton Bud yang Dapat Memicu Gangguan Pendengaran

"Sistem penerjemah BISINDO yang dirancang, menggunakan metode data augmentation. Metode ini biasanya digunakan oleh programmer untuk meningkatkan keragaman data, guna melatih model machine learning atau ML. Adapun data yang digunakan adalah gambar huruf alfabet bahasa isyarat," ungkap Riestiya.

“Keragaman data diperlukan agar model ML bisa menerjemahkan bahasa isyarat dengan baik, dalam keadaan apa pun. Namun karena data alfabet BISINDO cukup sulit ditemukan di internet, aku kemudian memperagakan sendiri bentuk alfabetnya, lalu didokumentasikan dalam bentuk foto,” lanjut Riestiya.

Baca Juga: Perkiraan Cuaca Hari Ini Di Kota Makassar

Untuk membuat data yang beragam, Riestiya menambahkan, terdapat 3 teknik augmentasi data, yakni flip, rotate, dan menambahkan Gaussian Noise (membuat gambar menjadi buram). Teknik ini berhasil menghasilkan 2.659 data gambar yang berbeda. Hasil dari percobaan yang dilakukan oleh Riestiya menunjukkan nilai akurasi yang hampir sempurna yakni 94,38%. Terdapat beberapa alfabet yang mendapatkan nilai akurasi rendah diantaranya huruf O dan huruf R.

Dokumentasi: Suasana kegiatan praktik dan diskusi proyek yang dilakukan di laboratorium komputer UPER
Dokumentasi: Suasana kegiatan praktik dan diskusi proyek yang dilakukan di laboratorium komputer UPER

“Huruf O memiliki gestur lingkaran yang tidak terpengaruh saat di augmentasi, sedangkan huruf R memiliki gestur jentikan jari. Saat ini sistem penerjemah BISINDO yang aku inisiasi masih kesulitan dalam menangkap gestur jentikan jari karena pergerakannya cukup cepat,” ujar Riestiya.

Baca Juga: Indepedensi dan Objektifitas IPW Dipertanyakan, Ngotot Bela Kepentingan Helmut Hermawan!

Meredita Susanty, M.Sc., selaku dosen pembimbing sangat mengapresiasi model sistem penerjemah bahasa isyarat yang diciptakan Riestiya. “Kedepannya saya sangat berharap agar model ML ini bisa dikembangkan ke dalam bentuk aplikasi sehingga dapat langsung digunakan masyarakat,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Sasmita Siska Ayu Lestari

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Penting Tekhnologi Dalam Dunia Bisnis

Kamis, 2 Maret 2023 | 13:38 WIB

Darurat Cyberbullying, UPER Edukasi Literasi Digital

Senin, 27 Februari 2023 | 08:45 WIB

Lentera Tenaga Surya Bantu Petani Menjaga Panen

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:08 WIB

Terpopuler

X